Membangun Harmoni Pendidikan Tinggi dan Dunia Industri

343

Salah satu kunci sukses dalam menghadapi era industri 4.0 adalah kemampuan untuk melakukan tugas ganda (multi tasking). Oleh karena itu, lulusan pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan dalam satu disiplin ilmu saja.

Hal ini disampaikan Setyono Djuandi Darmono pendiri President University dan juga Komisaris Utama PT Jababeka Tbk dalam selebrasi penerimaan akreditasi A President University di Menara Batavia, Jakarta (23/1/2019).

Tidak tergantikan robot

“Memasuki era industri 4.0 pendidikan tinggi kita harus mulai banyak meningkatkan kompetensi di banyak bidang yang disebut dengan  multitasking. Sebab dengan perubahan yang cepat ini, lulusan harus siap menghadapi apapun tantangan yang muncul,” ujar Darmono kepada Kompas.com di sela-sela acara.

Darmono menambahkan akan banyak jenis pekerjaan tradisional yang akan hilang. Justru pekerjaan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan seperti kemampuan berkomunikasi, menjalin jaringan, atau berpikir kreatif tidak tergantikan robot atau mesin.

Dengan banyaknya pekerjaan yang teralihkan mesin, maka kita justru mendapatkan banyak kesempatan untuk mengerjakan banyak hal ini. Di sinilah peran kemampuan tugas ganda atau multi tasking dibutuhkan.

Kolaborasi lintas keilmuan

Untuk mencapai kemampuan tersebut, pendidikan tinggi perlu diarahkan pada pendekatan pembelajaran lintas disiplin ilmu.

Kalau lulusan hanya kompeten untuk lulus dengan indeks prestasi tinggi, tetapi tidak memiliki skill yang dibutuhkan dunia industri, ya pada akhirnya hanya akan menjadi pengangguran,” tegas Darmono.

Oleh karenanya, ia mendorong pendidikan tinggi perlu mengarahkan program kurikulumnya agar lulusan memiliki kompetensi. “Kolaborasi lintas keilmuan menjadi tuntutan yang tidak bisa diabaikan kalau ingin berhasil di era industri 4.0,” tambahnya.

Termasuk, ujarnya, mahasiswa mulai belajar langsung di dunia kerja atau industri. “Praktik kerja atau magang adalah kunci pintu masuk mahasiswa di dunia kerja dan belajar langsung mengasah kompetensi yang dibutuhkan nantinya,” ujar Darmono.

Harmonisasi industri dan pendidikan tinggi

Senada dengan hal tersebut, Rektor President University Prof. Jony Oktavian Haryanto mengatakan, “Ada 3 hal yang dibutuhkan lulusan agar terserap dunia industri: multitasking, dapat beradaptasi dengan perubahan dan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang kompleks.”

Untuk itu, pendidikan tinggi dan dunia industri perlu terus mempererat kerjasama. Ke depan konektifitas perlu terus ditingkat. “Sehebat apapun laboratorium yang dimiliki (universitas) akan kalah dengan industri,” ujarnya.

Kerjasama dengan dunia industri ini akan membekali para lulusan tidak hanya dengan kemampuan ilmiah namun juga kompetensi yang dibutuhkan kerja. “Bicara industri 4.0 tidak ada cara lain selain mendekatkan mahasiswa langsung ke dunia industri,” tandasnya.

(kompas.com)