7 Banjir Besar di Jakarta yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

960

Banjir dan kemacetan memang sudah menjadi hal biasa bagi warga Jakarta. Setiap tahun sudah bisa dipastikan beberapa titik banjir akan menghampiri Jakarta. Banjir besar yang melumpuhkan hampir seluruh Jakarta juga pernah terjadi beberapa kali.

Permasalahan banjir ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda. Terbayang dong banjir ini memang sudah menjadi masalah kota Jakarta sejak lama. Jakarta pernah kedatangan tujuh banjir hebat yang melumpuhkan seluruh kota. Berikut adalah 7 banjir besar di Jakarta yang tercatat melumpuhkan semua aktivitas.

Banjir besar di Batavia 1872

Image: tempo.co

Di masa kolonila banjir besar juga sempat melumpuhkan Batavia. Banjir besar yang dikarenakan hujan turun dengan curah 286 milimeter ini membuat kali Ciliwung meluap. Bukan hanya itu saja hujan yang terus menerus turun juga menyebabkan pintu air di depan Masjid Istiqlal jebol. Kawasan Kota Tua dan Harmoni adalah dua lokasi dengan banjir terparah di tahun 1872.

Banjir zaman Batavia 1918

Image: liputan6.com

Pada masa pemerintahan Belanda saat Jakarta disebut Batavia banjir besar pernah melumpuhkan hampir semua kegiatan masyarakat. Di tahun 1918 banjir besar melumpuhkan Jakarta setelah hujan turun selama 22 hari.

Pada tahun itu daerah Lapangan Banteng tergenang lalu daerah Glodok dan Kemayoran juga terkena banjir setinggi 1,5 meter. Ribuan warga di tahun 1918  harus mengungsi di sekitar daerah Lapangan Monas.

Banjir besar tahun 1979

Image: http://jokowarino.id/

Pada masa pemerintahan Gubernur Tjokropranolo, Jakarta juga pernah terendam banjir sangat besar. Banjir besar terjadi sejak tanggal 19-20 Januari 1979, daerah Pondok Pinang tenggelam ditelan air setinggi 2,5 meter. Bahkan banyak orang hilang saat banjir besar di tahun 1979 ini.

Banjir tahun 1996

Image: http://jokowarino.id/

Banjir di tahun 1996 mungkin bisa dibilang menjadi awal banjir 5 tahun sekali. Curah hujan yang sangat tinggi di bulan Februari 1996 ini mengakibatkan banjir yang sangat luas dan merata di Jakarta. Banjir besar di tahun 1996 merendam Jakarta hingga 7 meter dan korban jiwa mencapai 20 jiwa. Bahkan banjir Jakarta tahun 1996 masuk dalam kategori tragedi nasional.

Banjir 2002 banjir 5 tahunan pertama

Image: http://elviscadillac.com/

Setelah banjir hebat terjadi di tahun 1996, tahun 2002 Jakarta kembali lumpuh setelah guyuran yang tidak berhenti selama beberapa hari. Banjir besar ini berlangsung selama hampir satu minggu dari tanggal 27 Januari sampai 1 Februari.

Banjir besar Jakarta 2002 merendam hampir 24,25% dari luas Jakarta. Banjir ini merata di setiap wilayah Jakarta. Tercatat banjir mencapai ketinggian 5 meter dan merendam ribuan rumah warga Jakarta.

Bencana banjir besar tahun 2007

Image: http://www.panoramio.com/

Banjir 5 tahunan kembali menghampiri Jakarta di tahun 2007. Hujan lebat selama satu hari di bulan Februari menenggelamkan hampir 60% wilayah Jakarta. Tercatat banjir besar Jakarta tahun 2007 ini adalah banjir besar yang pernah tercatat. Hujan yang terjadi di bulan Februari 2007 ini sebanding dengan periode hujan 100 tahun lalu yang mencapai 235 mm. Banjir yang terjadi selama satu minggu lebih ini merenggut 80 jiwa dan warga yang mengungsi mencapai 320 ribu jiwa.

Banjir Jakarta 2013

Image: kompas.com

Lagi-lagi banjir 5 tahunan masih membayangi kota Jakarta, tahun 2013 lagi-lagi banjir besar melumpuhkan seluruh kota Jakarta. Jika biasanya kawasan Sudirman-Thamrin bebas banjir, tahun 2013 kawasan ini tak luput dari genangan banjir.

Bahkan ikon kota Jakarta yaitu bundaran HI juga terendam banjir hingga 30 cm. Tahun 2013 kawasan Istana Negara juga terendam banjir, kawasan yang biasanya steril ini terendam banjir hingga mata kaki orang dewasa.

shopback.co.id